Friday, 13 September 2013

Proses Itu, Bernama "Air Mata" !!

Siapapun tahu, bahwa air mata adalah sebagian besar ungkapan sebuah kesedihan. Dalam setiap tetesnya, tersimpan luka yang mungkin diakibatkan oleh goresan pada hatinya. Besar atau kecil goresan itu bukanlah inti masalahnya, melainkan dalamnya luka itu, yang sanggup mengundang setiap tetes demi tetes air mata yang kian mengalir bagaikan anak sungai diantara wajahmu.

Kesedihan, tidak selalu karena cinta pasangan. Kesedihan terberat ialah ketika kita memiliki, namun keadaan memaksa kita untuk bersikap seolah itu bukan milik kita.

Bukankah air mata adalah teman sejati, disaat tak tersedia telinga yang setia dari beberapa teman atau mungkin sahabatmu. Bukankah air mata adalah penawar hati, ketika kesesakan menghimpit dan kita tak tahu harus mengadu pada siapa selain Kepada-Nya. Bukankah air mata awal sebuah senyuman, pada waktu kedua tangan kita menghapusnya dari setiap tetesan di wajah itu.

Lalu, dimanakah letak kesalahan yang telah diperbuat air mata? Sehingga dengan mudah kita menyebutnya sebagai kelemahan? Lantas, dimanakah keadilan yang seharusnya berkata bahwa air mata adalah proses sebuah kebangkitan dari kesedihan? Tidak adakah yang bisa mensyukuri kehadirannya? Tidak adakah yang sanggup merangkulnya dan berkata "ia adalah sahabatku"? Dimana keberanian yang tiba-tiba saja muncul untuk mengundangnya hadir di wajahmu? Semua jawaban itu ada dihatimu. Didalam dirimu.

Jangan pernah menahannya untuk menetes diwajahmu. Jangan perna berpura-pura tegar dengan tak mengakui kehadirannya dalam hari-harimu.

Tapi bijaksanalah untuk bisa berkata, "air mata itu terjatuh untuk menjadi guru dalam sebuah proses kehidupan yang sedang kulalui". Setelah itu, hentikan setiap tetesannya, dan tersenyumlah dalam semangat yang baru.. :)

Thursday, 12 September 2013

Yang Terbaik, Bukanlah yang Baik Menurutmu

Tidak pernah ada seorang pun yang senang untuk sebuah Penantian. Menunggu dalam kurun waktu yang mungkin tidak ditentukan kapan akan berakhir. Semua itu membosankan, bahkan bisa saja itu menjadi satu bom waktu akan sebuah pemberontkan didalam diri.

Tapi, bukankah Tuhan lebih menyukai orang-orang yang bisa menanti dalam kesabaran. Orang-orang yang hanya menggantungkan harapannya pada satu tempat, satu pemilik nama diantara puluhan ribu nama yang ada di dunia. Pada-Nya, pada Allah yang kekal.

Hanya saja terkadang kita lebih memilih untuk berada pada zona teraman tanpa mau mengambil resiko untuk sebuah penantian. Apa yang diberikan-Nya hari ini memang harus kita syukuri, tapi bukan berarti kita harus berhenti menanti.

Ujian-Nya tak hanya datang dalam sebuah kesusahan, bahkan apa yang menurut logikamu baik, itu adalah ujian yang sebenarnya sedang Ia tujukan untukmu.

Jangan pernah puas untuk sesuatu yang belum Ia tetapkan "Terbaik Untukmu", tapi cobalah tanyakan lebih dulu Kepada-Nya "Apakah ini yang Menurut-Nya terbaik untukku?" Jika memang ya, jaga itu baik2, syukuri dan jangan pernah biarkan egomu merusaknya.

Thursday, 15 August 2013

InI Tentang KASIH

Banyak orang berbicara tentang KASIH, tapi sedikit diantaranya yang mengerti apa itu KASIH.

Sejauh mana kamu tau tentang KASIH? Sejauh mana kamu mengerti bahwa itu KASIH? Sejauh sebuah pemberian pada seseorang yang kelaparan? atau sejauh pertolongan pada seseorang yang kesusuahan? TIDAK! Tidak sampai disitu..

Lantas, sejauh mana kamu mengerti sebuah Kekuatan karna KASIH? Jika kamu sendiri tak pernah tau apa arti KASIH itu sendiri?

KASIH ialah memberi. Memberi bukan karna situasi ataupun keadaan yang menyuruhnya. Melainkan ketika Hatimu merasa kamu harus menolongnya. Ketika Hatimu menyuruhmu untuk membantunya. Disitulah KASIH yang benar ada. Bukan disaat banyak mata melihat hasil pemberianmu. Bukan juga karna banyak pujian yang kau kantongi maka KASIH itu ada. Itu SALAH! KASIH tak pernah mengajarkan kita untuk memberitahu banyak mata tentang apa yang kita lakukan. KASIH tidak pernah mengajarkan kita untuk menantikan banyak pujian atas apa yang dilakukan. Sekali lagi saya bilang itu SALAH!

Di Jaman ini, seberapa banyak tangan kanan yang memberi tanpa diketahui tangan kirinya? Sejaun mana tangan memberi tanpa mulut mengabarkannya? Bukankah kebanyakan sekarang semua sudah terbalik? Ketika tangan kananmu memberi, maka tangan kirimu yang menarik banyak orang untu melihatnya. Disaat tangan kirimu memberi, bukankah mulutmu yang mengabarkannya kepada banyak telinga? Dimana KASIH yang Sempurna itu hadir dari dalam Hatimu?

Apakah kamu tau, seberapa Hebat kekuatan yang KASIH miliki? KASIH sanggup mencairkan Murka Tuhan sekalipun.

Bukankah kita dilahirkan untuk saling mengasihi? Bukankah kita hadir untuk dapat saling membantu? Lantas apa yang harus kamu tunggu dari bantuan yang kamu berikan? Bukankah itu sudah menjadi kewajibanmu?

Ingatkah kita, tentang KASIH yang sudah diberikan-Nya untuk kita?
Pemeliharaan kehidupan, Perlindungan, Kesehatan, dan semua yang terbaik yang telah Ia berikan cuma-cuma hanya karna Ia MENGASIHI umat-Nya. Lantas, mengapa kita harus berjalan tanpa KASIH didalam hati kita?

KASIH tidak hanya berhenti pada rasa kasihan. KASIH tidak hanya terucap dari kata motivasi. Tapi dari setiap tindakan kita yang NYATA, yang berasal tulus dari Hati.

Sudahkah kita dapat saling MENGASIHI? Memberi tanpa harus menunggu Upah atas Pemberian? Jangan tunggu hingga waktumu habis, tapi habiskanlah waktumu untuk dapat saling MENGASIHI.