Monday, 3 March 2014

Perjalanan

Sejauh ini aku bahagia
Mengisi waktu oleh cerita kita
Melukis senja dengan ribuan kata indah

Kamu..
Sosok asing yang tak kupahami sebelumnya
Lancang merobohkan pertahananku
Mendobrak setiap keangkuhan cinta yang telah ada

Bukan dengan kata manis kau menghampiriku
Bukan juga banyak puisi kau berikan untukku
Satu nasihat kecil arti sebuah ikatan

Ketika aku dan kamu menjadi kita
Dan mereka menjadi bagian kebahagiaan
Kau bilang, itulah waktunya

Satu buah ikrar suci didepan altar
Mengikat janji sehidup semati

Walau kini kita terpisah waktu
Namun doa akan tetap menyatu
Ucapmu, kuanggap itu janjimu

Sunday, 2 March 2014

Tegurlah Jika Itu Salahku

Rindu itu belgelayut manja dihatiku. Seakan terus membebaniku untuk bisa memahaminya. Mendesakku dalam waktu yang mereka bilang Proses.

Ah, andai saja semua sejalan. Mungkin tak sesulit ini. Tapi bagaimana mungkin, dia saja tak pernah merasakannya. Hanya aku yang selalu disibukkan oleh perasaan demi perasaan yang semakin hari semakin menguji adrenalinku.

Aku tak cukup kuat untuk menahan rindu. Dan aku tak cukup cerdas untuk bisa berhasil menutupinya. Pastinya kamu tau. Hanya saja kamu pura-pura tak melihatnya. Dia nyata disini, disetiap debar jantungku saat mulai berbicara denganmu. Disela nafasku yang memburu seakan aku terlalu lelah berlari. Ya, berlari mengejar satu harapan atas hatimu.

Berapa lama lagi kau uji aku dalam kerinduan ini. Berapa banyak lagi doa yang kau harapkan terucap untukmu. Tak cukupkah selama ini aku berkata bahwa aku sudah lelah. Lelah menunggu satu jawaban yang aku pun ragu tuk mendengarnya. Lelah tuk menanti jalan Tuhan yang memberiku kesempatan tuk bisa bersamamu.

Mungkin kau memang bukan tulang rusukku. Atau aku hanyalah sebagian kecil wanita yang berharap menjadi pendampingmu. Tapi apa salah jika aku memperjuangkan hatiku. Apa salah, bila semangatku mulai membatu tuk bisa mendapatkan waktu bersamamu. Salahkah semua itu?

Salahkah waktu yang mempertemukan kita? Salahkah keadaan yang memperkenalkan kita? Atau.. salahkah aku yang kini mulai cemburu melihat ragamu dimiliki mereka? Tegur aku jika semua itu kesalahanku.

Karna yang aku tau, selama ini aku mencintaimu dalam diam dan doaku. Dalam keluh kesah kepada Tuhanku. Dalam air mata yang menetes saat ku mengadu rindu kepada-Nya. Dan juga dalam harapan pada waktu yang sudah lebih dulu memberi ruang agar rindu hadir disana.

Hanya Itu

Aku disini dalam diamku
Mengamati semua kagum yang mereka berikan
Kamu, alasanku bertahan

Entah harus tersenyum atau menangis
Yang pasti debar rasa itu semakin nyata
Aku terdiam dalam bimbangku

Bukan untuk menjauh
Bukan juga untuk meninggalkanmu
Hanya saja, siapa aku diantara mereka

Satu jawaban yang tak pasti
Hanya rangkaian kata yang tertuju
Walau kutau untukku, aku ragu

Jika saja semua benar,
Debar rasa ini tak percuma

Hanya diamku dalam malam
Hanya namamu dalam doaku
Dan hanya itu yang kini kulakukan..