Monday, 10 November 2014

The Power Of Love (Part 2)

Jika kau tahu arti sebuah waktu, mungkin saja tak akan ada lagi penantian yang sia-sia.

Aku tahu, perlu waktu untuk memahami sesuatu. Seperti senja yang paham bahwa indahnya harus digantikan oleh malam. Atau pelangi yang harus dengan rela menghilang ketika mentari mulai bercahaya kembali. Tapi aku wanita, yang mencintaimu karna hati. Bukan logika semata yang mengajarku tentang arti sebuah cinta.

Hatiku terlalu lemah jika harus terus menerus kau uji dengan sikapmu. Ia mudah terluka, tapi ia pun sanggup menahan sakit.

Jangan karna ia kuat, lantas kau dapat memberinya luka kapanpun kau mau. Hargai ia. Jika kau tak dapat menempatkan bahagia pada tiap sudut dan ruangnya, setidaknya janganlah kau terus tancapkan pisau untuk melukainya.

Ia alasan aku tetap bertahan. Berjuang karna keyakinan dan ketulusannya. Ia mendorongku untuk tetap bersikap baik padamu. Pada orang yang sejauh ini pernah menitipkan luka yang dalam padanya.

Ia tak membencimu. Bahkan ia menunggumu. Ia tak ingin melukaimu, ia hanya ingin memberikan bahagia untukmu. Apa yang ia lakukan, apa yang ia berikan, dan apa yang ia doakan. Semua hanyalah demi bahagiamu. Sadarkah kamu?

Aku tak dapat melawannya, karna ia berkuasa atas hidupku. Jika kamu ingin mengerti dia, simpanlah dalam-dalam logika yang kau miliki. Pakailah hatimu untuk memahaminya.

Karna hati akan dapat dimengerti kembali oleh sebuah hati. Bukan logika.

The Power Of Love (Part 1)

Bisikkan angin disore hari, mengusik kedamaian hati. Entah darimana aku harus memulai. Seakan kehilangan separuh nyawaku. Hampa yang kurasa, khawatir yang selalu melanda. Kamu yang menjadi pegangan hidupku, kini entah kemana. Akankah cinta bertahan dan terus menopang? Sebuah hati yang selalu mendesak untuk tetap memiliki. Aku membutuhkanmu.

Kamu dimana? Apa yang terjadi? Aku wanitamu, sadarkah itu? Hatiku terlalu sesak dengan prasangka yang ada. Jangan tanya darimana aku tahu, ketahuilah bahwa kamu adalah lelakiku.

Hatiku berkata untuk tetap bertahan. Berjuang demi sesuatu yang kuyakini. Ini adalah proses.

Huft... Seakan tarikan nafas saja terasa sangat berat. Tahukah kamu? Ingatkah kamu? Ada hati yang menunggumu. Ada jiwa yang memperjuangkanmu. Sadarkah kamu?

Air mata yang menetes, lantunan nada bahagia yang kini terdengar sangat memilukan. Ketahuilah, aku menunggumu. Aku membutuhkanmu.

Dengan cara apa lagi harus kukatakan. Kekuatan cinta ini seakan semakin hebat. Walau luka yang tergores semakin dalam, ia tetap bertahan. Ia tetap berjuang. Demi bahagianya, demi apa yang ia yakini adalah takdirnya.

Mengertilah, pahamilah, tak mudah untuk bertahan. Tak gampang untuk berjuang. Tertatih dan tersenyum diatas luka. Demi apa, demi siapa? Demi satu keyakinan akan sebuah kebahagiaan.

Bersamamu, bersama keyakinan yang telah terbangun. Walau kadang angin menghempasnya dan meratakannya. Tak mengapa, karna ia kuat. Dan ia akan terus bangkit demi memperjuangkan cintanya. Untuk kita, aku dan kamu. Kebahagiaan kita, ya.. Kita

Saturday, 1 November 2014

Untukmu, Keinginanku..

Aku mengagumimu bukan karna siapa orang yang ada dibelakangmu. Aku mengagumimu bukan karna jabatan yang dipercayakan kepadamu. Dan aku mengagumimu bukan karna paras yang kau miliki saat ini. Tetapi aku mengagumimu karna satu pribadi yang kau miliki.

Aku tak butuh kekuasaanmu. Aku tak tertarik pada semua materi yang kau punya. Aku tak bermimpi untuk bisa memilikimu. Aku hanya ingin jadi sahabatmu. Seseorang yang dapat berbicara dan bertukar pikiran secara leluasa denganmu.

Mungkin, mereka bilang ini mimpi yang terlalu tinggi. Atau mereka pikir aku sudah gila. Tapi yang aku tau, selalu ada celah dan jalan untuk sebuah niat yang baik.

Aku tak akan mengganggu. Aku pun tak ingin mengusik setiap urusan pribadimu. Namun, izinkan aku untuk menjadi pendengar yang baik bagimu.

Tak banyak inginku, berteman dan bersahabat denganmu itu sudah cukup. Bukankah suatu saat kita membutuhkan seorang sahabat, walau hanya untuk sekedar berbicara dan tertawa bersama? Kuharap akulah orang yang beruntung yang bisa menjadi sahabatmu.. :)