Monday, 2 February 2015

Senjaku

Hai senja, apa kabarmu? Lama kita tak bersama. Menikmati goresan indah pada lembaran angkasa. Dan bermain dengan warna-warna cantik yang kau miliki.

Banyak waktu yang kulalui tanpamu, dan banyak cerita yang terlewatkan untuk kusampaikan padamu. Senja, tahukah kamu bahwa mereka sibuk datang dan pergi. Hadir, memberi kenyamanan lalu pergi tanpa permisi. Rasanya ingin berontak, tapi hati bertanya "Untuk apa?"

Kadang, aku rindu akan kebersamaan kita. Dikala kau menyapa sementara aku terlalu sibuk dengan kata yang terurai diantara layar hp ku. Dan kemudian kau menggoda dengan warna demi warna yang kau sajikan dihadapanku. Hingga akhirnya aku menyerah dan mengesampingkan rangkaian kata demi menikmati keindahanmu.

Senja, tahukah kau tentang dia yang kini sedang singgah? Dia yang tak kukenal sebelumnya. Dia yang dengan cepat sanggup menyelinap masuk diantara rasa yang selama ini kujaga dengan baik. Membuatku tertegun atas rasa yang entah apa namanya.

Ia hebat, karena sanggup merobohkan pertahananku. Egoku dihancurkannya dalam waktu yang sangat singkat. Bahkan pintu yang dulu tertutup rapat, kini mulai memberikan celah untuknya.

Tapi aku tak ingin memaksanya masuk. Aku tak ingin ia datang dengan terpaksa. Aku hanya akan menunggu, hingga nanti dia sendirilah yang akan memutuskannya.

Senja.. Terimakasih untuk keindahanmu. Untuk banyaknya ceritaku yang kau tampung diantara warna indahmu. Aku yakin, mencintaimu dan mengasihinya bukanlah sesuatu yang sia-sia. Setidaknya untukku, untuk kita yang selalu menghabiskan senja bersama.

Sunday, 1 February 2015

Satu Keputusan

Ketika sebuah kepercayaan mulai diuji oleh satu kesalahan. Dan ketika kecewa mulai menjadi satu-satunya alasan untuk mengakhiri sesuatu. Logika berkata "Tunggu apa lagi?" namun sayangnya terkadang hati menepis dan berbisik "Dia manusia dan kamu pun manusia"

Disaat malam mulai menggoda dengan berbagai tawaran tentang sesuatu yang lain. Dan waktu dihabiskan hanya untuk memikirkan suatu hal yang pada dasarnya bukanlah urusanmu. Kemudian bibir berucap dan air mata menetes dalam sebuah doa. Hening dan terlarut dalam peraduan.

Jalan yang kita cari terkadang ada didepan mata. Namun ketika logika dan hati saling berkata lain, maka setiap langkah akan menjadi sebuah proses yang membawamu pada sebuah kebimbangan. Tentang Hati atau Logika yang harus kamu menangkan. Tidak ada cara lain untuk mengambil sebuah keputusan selain berlutut dan berdoa.

Ia mendengar semua keluh kesahmu. Ia tau semua kegelisahanmu. Dan Ia bisa memberikanmu jalan keluar tanpa harus kamu relakan hati untuk sebuah luka bernama kecewa. Percayakan hidupmu kepada-Nya. Ia akan mengampuni semua kesalahanmu. Ia sanggup memulihkan setiap luka yang ada dihatimu. Satu-satunya hal yang harus kamu lakukan ialah menyerahkan Hati dan Hidupmu sepenuhnya kedalam tangan-Nya. Dan tetaplah hidup dalam Pengharapan juga Iman. Percayalah, Ia akan menyediakan apa yang kamu perlukan. Dan Ia akan menjadikan hidupmu jauh lebih berharga dari saat ini. Gbu

Wednesday, 10 December 2014

Tentang Jingga

Ketika aktivitas mulai menyita semua waktu dan pikiran yang kumiliki, ada sesuatu yang tersisa disana. Satu ruang kecil yang berisikan sebuah cerita. Tentang Hati. Tentang Penantian. Tentang Rindu. Juga tentang sebuah Harapan. Dimana mereka hanya dapat terdiam, menunggu hingga saatnya tiba yang entah kapan terjadi.

Teringat satu nama yang kusebut dalam sebuah cerita yang kuutarakan kepada Tuhanku. Ia bukanlah sosok laki-laki yang sempurna. Ia manusia yang juga dapat melakukan kesalahan. Nama itu adalah nama yang selalu kutulis dalam lembaran jingga ditiap senjaku. Ia yang juga mengajariku banyak hal tentang hidup dan ketulusan. Sekali lagi, ia bukanlah malaikat. Ia hanya manusia biasa.

Puluhan senja kulalui dengan memandang lembaran jingga yang kulukis dalam satu ingatan. Cerita tentang masa depan, tentang kisah yang belum sempat dimulai, atau hanya sekedar kisah tentang indahnya menghabiskan senja dengan ditemani dua cangkir kopi dan pembicaraan ringan yang kemudian dapat membuat kita saling tertawa.

Bahagia memanglah sederhana. Sesederhana setiap kata yang hadir untuk bisa membuatmu tersenyum. Sangat sederhana, sehingga seringkali kita lupa untuk mensyukurinya.

Jika bahagia itu sederhana, begitupun dengan kecewa. Kekecewaan terkadang datang dari satu hal sederhana. Yang tersimpan. Yang tak diungkapkan. Juga yang tak pernah memiliki awal untuk mengakhiri.

Namun sayangnya, WAKTU bukanlah satu hal sederhana yang dapat dipermainkan begitu saja. Ia berharga. Karna ia, kenangan ada. Karna ia, bahagia tercipta. Dan karna ia, kecewa dapat dirasakan.

Hargailah waktu yang kini ada untukmu. Karna seseorang dapat saja pergi kapanpun ia mau. Dan Hati adalah ruang sakral yang tak dapat disinggahi begitu saja oleh banyak orang. Jadi mengertilah..

Tentang Cinta ini. Tentang Kisah ini. Tentang Kesabaran dan sebuah Penantian akan satu Harapan yang entah kapan akan terwujud. Biarlah hanya Tuhanku yang tahu. Apa saja yang telah kubicarakan dengan-Nya. Siapa saja yang kusebut namanya dalam setiap doaku. Dan kapan waktu yang kuharapkan hadir untuk membayar lunas semua ini dengan Kebahagiaan.

Yang aku tahu, Tuhanku akan selalu memberikan yang terbaik bagiku. Walau Ia harus mengambil sedikit bagian dari Kebahagiaanku saat ini, aku yakin Ia sanggup membayar Lunas semua itu dengan Kebahagiaan yang tak pernah kupikirkan sebelumnya.

Silahkan pergi, namun jangan pernah berharap untuk dicari. Karna Waktu telah menetapkan satu langkah dalam hidupmu. Baik dan buruknya adalah satu bagian yang tak dapat dipisahkan. Dan akan menjadi sempurna jika dapat kita syukuri dengan hati yang tulus.